English click here Please click here for the English version

Informasi UPK

    

 

     

Info Pendidikan

Akper RS PGI Cikini Untuk Informasi lengkap, silahkan klik di sini
Siaga Bencana

Pelkesi terlibat dalam penanganan bencana khususnya pelayanan medis pada masa tanggap darurat. Divisi Siaga dan Tanggap Bencana Pelkesi dibentuk pada tahun 2005 untuk secara fokus menangani bencana alam di Indonesia.



Pelkesi Mengikuti Pelatihan Dasar INEE 2010 PDF Print E-mail
Written by Admin   
Monday, 27 February 2012 17:14

Pada tanggal 17-19 Februari 2012 lalu, Sekretariat Nasional Pelkesi mengirimkan salah satu delegasinya untuk mengikuti Pelatihan Dasar INEE (Standar-Standar Minimum Pendidikan: Kesiapsiagaan, Tanggap Darurat, dan Pasca Bencana), yang diselenggarakan oleh Masyarakat Peduli Bencana Indonesia (MPBI) dengan dukungan Plan Internasional. Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong semua pihak yang peduli di bidang pendidikan, lembaga donor bilateral dan multilateral, badan-badan PBB, NGOs dan organisasi-organisasi berbasis komunitas (CBOs), guru, peneliti, akademisi, dan konsultan yang terlibat di bidang pendidikan dalam melaksanakan perencanaan  kontijensi sektoral atau tanggap darurat langsung dalam bidang pendidikan, pada saat kesiapsiagaan, tanggap darurat, maupun pasca  bencana.

 

Pelatihan ini mengunakan buku INEE (anda dapat mengunduhnya di sini) sebagai buku pegangan. Buku ini memberikan pedoman bagaimana mempersiap

Read more...
 
Pemeliharaan Kesehatan Pasca Tanggap Darurat Mentawai PDF Print E-mail
Wednesday, 01 December 2010 10:43

Pemerintah mengakhiri fase tanggap darurat mentawai tanggal 22 November 2010. Penduduk yang terkena tsunami, mulai direlokasi di beberapa tempat. Relokasi tidak serta merta mengembalikan masyarakat dalam kondisi normal.


Pelkesi -dalam koordinasi dengan lembaga Kristen lain aras nasional, yang sebelumnya telah berkoordinasi di lapangan seperti PGI, UEM, dll- memutuskan untuk melanjutkan penanganan pasca bencana di Mentawai dengan fokus untuk mem-back up gereja lokal (GKPM). Hasil assessment pada masa tanggap darurat memperlihatkan adanya kebutuhan jangka pendek (trauma healing, distribusi logistik dan pemeliharaan kesehatan) jangka menengah (pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan penempatan tenaga dokter, misalnya melalui PTT cara lain) serta jangka panjang (pembangunan infra struktur). Dengan fokus seperti ini, lembaga-lembaga yang membantu lewat GKPM akan lebih mudah berbagi peran, sehingga tidak terjadi duplikasi kegiatan bagi jemaat di lapangan. Fokus jangka pendek akan dilaksanakan sesegera mungkin dengan durasi kegiatan satu bulan.


Karena itu, Pelkesi memutuskan untuk mengirimkan tim medis lanjutan yang bertugas mem-back up pelayanan trauma healing bagi penyintas di Mentawai melalui pemeliharaan kesehatan. Tim Medis yang telah dan sementara berada di Mentawai antara lain: dr. Theo Resilowi (23 November-1 Desember 2010), dr. Hartman Hondo (23 November-1 Desember 2010), Nr. Lonie Paulus (23 November-8 Desember 2010), dr. Hasiholan Tigor Adityo dan dr. Rienne Natali (1-8 Desember 2010).


 
Tim Medis untuk Mentawai PDF Print E-mail
Monday, 15 November 2010 11:08

Mengingat masih dibutuhkannya tim medis bagi penyintas bencana tsunami Mentawai, Pelkesi telah membentuk 2 tim medis yang diperuntukkan untuk membantu korban tsunami Mentawai yang telah diberangkatkan pada hari Sabtu, 20 November 2010.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 3 of 7
logo pelkesi-actalliance

Mitra Luar Negeri

Mitra Luar Negeri Bread for the World The Global Fund JOCS

Mitra Dalam Negeri

Mitra Dalam Negeri Puspromkes Kemenkes RI BKKBN JKLPK Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia