English click here Please click here for the English version
Berita
Hari Kesehatan Reproduksi Sedunia 4 September PDF Cetak Email

Kesehatan Reproduksi dan Manajemen Kebersihan Menstruasi

 

JAKARTA, PELKESI.or.id - Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.

 

Manajemen Kesehatan Menstruasi

Merupakan pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi. Perempuan harus dapat menggunakan pembalut yang bersih, dapat diganti sesering mungkin selama periode menstruasi, dan memiliki akses untuk pembuangannya, serta dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga.

 

Apa itu menstruasi dan mengapa perempuan mengalaminya?

Menstruasi merupakan proses pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi adalah proses alami bagi perempuan. Perempuan mengalami menstruasi karena memiliki sistem reproduksi yang terdiri atas indung telur, sel telur, tuba fallopi, rahim, serviks (leher rahim), dan vagina.

 

Ketika perempuan memasuki masa pubertas, yakni sekitar usia 10-15 tahun, organ-organ ini mulai siap untuk sebuah proses kehamilan apabila mengalami pembuahan. Sel telur yang dilepaskan oleh indung telur apabila tidak bertemu dengan sperma (tidak terjadi pembuahan) maka bersama dengan darah dan lapisan dalam dinding rahim luruh dan keluar melalui lubang vagina. Proses inilah yang disebut menstruasi. 

 

Baca selengkapnya...
 
Pemberitahuan tentang Munas IX PELKESI PDF Cetak Email

Syalom!


Sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Perkumpulan PELKESI, Musyawarah Nasional (Munas) yang merupakan forum pemegang kebijakan tertinggi organisasi diadakan satu kali dalam lima tahun. Munas sebelummya, yaitu Munas VIII, telah dilaksanakan pada tahun 2013 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dan oleh karena itu, di tahun 2018 ini, Perkumpulan PELKESI akan kembali menyelenggarakan Munas, yaitu Munas IX, yang akan diselenggarakan di SOlo, Jawa Tengah, pada tanggal 15-17 September, bertempat di Novotel Hotel.


Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini kami mengundang para pemilik Lembaga Pelayanan Kesehatan Kristen (Yayasan, utusan Gereja), pimpinan dan manajemen Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kristen, pimpinan dan manajemen Unit Pendukung Pelayanan Kesehatan Kristen, Badan Pengurus dan Badan Pertimbangan PELKESI, serta anggota individu PELKESI, untuk mengikuti kegiatan Munas IX tersebut.


Untuk info selengkapnya, silahkan unduh brosur Munas IX dengan cara meng-klik gambar di atas.


Kami mengharap setiap lembaga, yayasan, Gereja, dan UPK anggota PELKESI dapat mengutus 2 (dua) peserta Munas dengan mengisi

pendaftaran serta membayar biaya kontribusi seperti pada brosur.

Baca selengkapnya...
 
Pesan Natal Bersama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Tahun 2017 PDF Cetak Email

“Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu!”

(Kol. 3:15a)

 

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

 

Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat dan Raja Damai. Perayaan ini mengajak kita untuk menyimak kembali pesan utamanya. Karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah telah mengutus Putra-Nya ke dunia (bdk. Yoh 3:16). Putra-Nya itu mengosongkan diri sehabis-habisnya dan menjadi manusia seperti kita (bdk. Flp 2:7). Ia datang untuk memberi kita hidup yang berkelimpahan (bdk. Yoh 10:10). Ia, yang adalah Raja Damai dan Imanuel, Allah-beserta-kita, datang untuk membawa damai sejahtera kepada dunia, seperti yang diwartakan para malaikat kepada para gembala,“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2:14).

 

Bagi kita umat Kristiani, kelahiran Sang Raja Damai merupakan suatu momentum untuk membaharui hidup pribadi maupun hidup bersama. Sebagai umat beriman, yang dilahirkan kembali, kita harus membuka diri agar damai sejahtera Kristus benar-benar memerintah dalam hati kita (bdk. Kol 3:15a). Kita mendambakan damai sejahtera, baik dalam hidup pribadi maupun dalam hidup bersama. Kita merindukan suatu bumi yang penuh damai dan umat manusia yang makin bersaudara. Hanya dengan demikian, kita akan mengalami sukacita sejati.

 

Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL