|
Pelkesi Merespon Meletusnya Gunung Sinabung |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 31 August 2010 13:17 |
|

Tak ada yang mengira bahwa Gunung Sinabung -terletak sekitar 70 KM arah barat daya Kota Medan- yang baru berganti status dari tipe B (tidak berbahaya) ke tipe A (awas) pada Jum'at, 28 Agustus 2010, meletus di keesokan harinya, 29 Agustus 2010, pukul 00.08 WIB. Ribuan warga dari 32 desa yang terletak di sekitar gunung pun mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Penyakit infeksi saluran pernafasan akut juga mulai menjangkiti sebagian pengungsi. Hal ini disebabkan karena, selain lava pijar, Gunung Sinabung juga mengeluarkan debu vulkanik yang cukup tebal, memaksa sebagian besar warga beraktivitas dengan menggunakan masker.
Menyikapi peristiwa ini, Pelkesi terpanggil untuk memberikan bantuan bagi para pengungsi, karena hal itu merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang holistik. Sehubungan dengan hal ini, Pelkesi Wilayah I sudah menyiapkan sebuah posko kesehatan di RS Ester Kabanjahe selama masa darurat (14 hari), untuk membantu para pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan paska meletusnya Gunung Sinabung. Anda bisa mengikuti terus perkembangan penanggulangan bencana ini di blog Pelkesi Wilayah I, http://pelkesiwilayah1.blogspot.com.
Harapan kami, melalui posko kesehatan yang didirikan, layanan kami dapat menjangkau masyarakat yang terkena dampak dari bencana ini, secara lebih luas. Untuk itu, bagi yang ingin membantu, donasi anda dapat disalurkan melalui rekening BRI cabang Cut Mutiah no. acc: 0230-01-000472-30-5, a/n: Persatuan Pelayanan Kris Kesehatan Ind. Anda juga dapat menghubungi kami di 021-31936019. Untuk kontak dengan Sekretariat Pelkesi Wilayah I, anda bisa menghubungi dr. John Ryder Purba, bertempat di: Mess GKPS, jl. Ngumban Surbakti No. 43, Medan.
Tuhan Memberkati.
|
|
Last Updated on Thursday, 02 September 2010 14:27 |
|
|
Penandatanganan MoU dengan Kemenkes RI |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 23 August 2010 16:47 |
|

Pada tanggal 20 Agustus lalu, Pelkesi menandatangani MoU (memorandum of understanding) dengan Kemenkes RI mengenai Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Pelkesi merupakan salah satu dari 17 organisasi yang menandatangai Kesepakatan Bersama tersebut, MoU ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Ke depannya, diharapkan kerjasama ini mampu meningkatkan kerjasama antara Pelkesi dengan Kemenkes RI dalam upaya mempromosikan kesehatan dan memberdayakan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan bersih. |
|
Diskusi Perencanaan dan Penganggaran Program Kesehatan Ibu dan Anak untuk Pencapain MDG 4 dan MDG 5 |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 11 August 2010 10:46 |
|
Pada tanggal 9 Agustus Sekretariat Pelkesi menghadiri Diskusi Perencanaan dan Penganggaran Program Kesehatan Ibu dan Anak untuk Pencapain MDG 4 dan MDG 5 yang diselenggarakan oleh PMPK UGM di Jakarta.
Pada awal diskusi ditampilkan potret anggaran daerah dan potret anggaran kesehatan daerah yang berhasil dikumpulkan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). Dari paparan potret anggaran daerah itu terlihat bahwa kontribusi retribusi kesehatan cukup besar dalam menyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD), Tingginya kontribusi dari retribusi kesehatan ini tidak sebanding dengan alokasi anggaran kesehatan.
Data dari FITRA tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran itu dipakai untuk belanja infrastruktur dasar yang mencakup bangunan dan peralatan untuk memberikan layanan, sementara Alokasi belanja untuk kegiatan yang bertujuan membuka akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan peningkatan mutu layanan kesehatan masih rendah.
|
|
Last Updated on Wednesday, 11 August 2010 11:21 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>
|
|
Page 1 of 8 |