Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia - Pelkesi

Banyak Lansia yang Belum Tahu Soal Virus Corona

Siang itu (17/6) udara cukup terik di Kampung Bebulak, Desa Margamulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Namun Ibun, perempuan berusia 65-an tahun masih semangat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan meski harus dibantu anaknya Juni. Di kampung itu ada sekira 80 lansia. Salah satunya Ibun, perempuan yang hidup bersama kakak perempuannya yang terbaring karena sakit stroke dan anaknya yang sudah berkeluarga.

Ketika petugas mendatangi untuk menjelaskan soal wabah Covid-19 yang sedang melanda. Ibun, menurut Juni tidak banyak tahu soal Corona. “Ibu saya sudah berkurang pendengarannya. Mungkin karena usia kali ya. Mereka tidak tahu soal Corona. Saya tahunya juga dari televisi,” kata Juni (45), anaknya yang membantu menjelaskan kedatangan tamunya.

Juni menambahkan, ibunya bersama pamannya hanya di rumah saja. “Kalau paman saya sudah dua tahun menderita stroke sehingga tiduran aja,” ungkapnya.

Dari kunjungan ke rumah Ibun dan sejumlah warga di sana, diketahui bahwa sosialisasi pencegahan penyebaran virus Corona belum banyak dilakukan. Sehingga tak heran, imbauan, seperti cuci tangan , jaga jarak dan lainnya tidak banyak diketahui.

Ibun dan anaknya Juni.

Kampung Bebulak, Desa Margamulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang merupakan kampung yang pada umumnya dihuni keluarga-keluarag pra sejahtera. Bangunan rumah yang ditempati Ibun dan keluarga anaknya juga banyak yang keropos kayunya. Data yang dikumpulkan sementara menurut tokoh masyarakat dan RW setempat, diakui belum banyak sosialiasi antisiapsi penyebaran virus Corona. Itu sebabnya, tim RRF Pelkesi mendatangi untuk mencari data awal kondisi pemahaman warga soal antisipasi Corona.

Kampung itu menjadi daerah dampingan RRF Pelkesi Jakarta untuk menjadi daerah sasaran. Mauk sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten berlokasi di utara pesisir Pantai Laut Jawa. Masyarakatnya terdiri dari etnis Tionghoa, Jawa, Sunda dan Betawi.

Luas wilayah Kecamatan Mauk adalah 40,095 km2. Secara geografis Kecamatan Mauk,  sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sukadiri, sebelah  Selatan berbatasan dengan Kecamatan Rajeg dan sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kemiri. Kecamatan Mauk kurang lebih berjarak 37 km dari Kota Jakarta. Secara administratif, Kecamatan Mauk terdiri dari 12 Desa dan 1 kelurahan dengan 56 RW dan 239 RT. Mauk adalah daerah pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya hidup sebagai buruh tani, nelayan dan buruh harian lepas.

Desa Margamulya

Desa Margamulya merupakan salah satu desa di Kecamatan Mauk. Nama desa ini terdiri dari 2 kata, yaitu Marga berarti jalan dan Mulya  berarti kebaikan. Jadi Margamulya berarti jalan menuju kebaikan atau kemuliaan. Desa Margamulya terdiri dari 4 kampung yaitu : Bebulak,  Sebrang, Kebon Baru dan Nagreg. Luas Desa Margamulya sekitar 5,2km2 dengan jumlah total 1878 KK.

Menurut catatan Desa sekitar 626 KK dikategorikan sebagai keluarga pra sejahtera. Sebagian besar masyarakat bermatapencaharian sebagai buruh serabutan, buruh tani dan nelayan. Pendidikan warga mayoritas lulusan SD (30%), lulusan SLTP (25%) dengan tingkat buta huruf berkisar 8% yang di dominasi oleh lansia.

Leave a Reply